Prabowo Dan Pelanggaran HAM 1998

Posted by Kampus Baca on Sabtu, 31 Mei 2014

Tulisan ini sekedar ingin mengajak diskusi para pengunjung blog mengenai apakah Prabowo terlibat dalam pelanggaran HAM 1998 dan sedikit mengeja mengenai keadaan tanah air. Kita ketahui Prabowo Subianto saat ini sebagai calon presiden RI yang berpasangan dengan Hattar Rajasa. Banyak sekali kampanye yang tidak etis, olokan yang dilakukan kepada dia dan juga sebaliknya kepada Jokowi.

Berikut ini memang polemik yang terjadi antara dua kubu. Sebenarnya bahasa “kubu” memang tidak layak dipakai dan seolah- olah membuat pemisah padahal sama – sama Indonesia. Baik, saya sedikit merangkum persoalan yang terjadi mengenai keterlibatan prabowo dalam penembakan mahasiswa Trisakti, dalang kerusuhan Mei 1998 dan  kasus penculikan atau bahasa halusnya penangkapan 13 aktivis pada Mei 1998.

Pro Kontra dan Konstelasi politik
Saya hanya sedikit merangkum dan tidak memberikan secara detail , berikut tulisan singkat yang saya buat :

- Mahkamah peradilan militer memutuskan bahwa Prabowo tidak terlibat. Komnasham, LSM mengatakan bahwa Prabowo perlu bertanggung jawab di depan pengadilan.
- Pihak Prabowo mengatakan bahwa isu ini adalah daur ulang, sebagai bentuk black campaign, pesanan / sekaligus ditumpangi kepentingan politik yang aktornya orang dalam negeri dan luar negeri. Mengapa isu ini tidak begitu digencarkan ketika Prabowo dan Megawati berpasangan dalam pemilu sebelumnya? . LSM mengatakan gerakan ini adalah murni dari moral, bukan pesanan dan mereka mengangkat isu ini berkali – kali bukan hanya pada saat menjelang Pilpres. 
- Ada beberapa kalangan berpendapat bahwa Operasi pada Mei adalah murni intrusksional dan berdasarkan komando. Prabowo sebagai Pangkostrad, Wiranto sebagai pangab. Meskipun pelaku penembakan sudah diadili, namun sebagai pimpinan harus bertanggung jawab apabila melakukan kesalahan . Atau sekedar dimintai keterangan apabila tidak terlibat namun tahu kejadian itu.
- Wiranto berkata pada Habibie bahwa ada operasi  liar yang dilakukan Prabowo dan akhirnya Habibie menyuruh Wiranto untuk mencopot Prabowo. Apakah ini perang antar panglima ?
- Prabowo merasa bahwa ada sistem pengkambinghitaman kepada dia, sedangkan Wiranto hingga kini masih terus menjalankan politiknya, mendirikan partai, dan lain – lain. Termasuk saat itu dia membentuk pamswakarsa untuk dipakai sebagai skenario perlawanan terhadap kalangan sipil yang melakukan demo, termasuk produk Pam Swakarasa didalamnya adalah FPI ( Front Pembela Islam ) yang awalnya sebenarnya akan diberi nama Front Pembela Indonesia. Silahkan menilai....:D
- Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) belum memberikan secara jelas, mengenai hasil – hasil dan data kepada masyarakat luas mengenai kerusuhan Mei.
- Kasus Mei memang belum diusut secara tuntas dan cepat, seolah – olah pihak yang terlibat mengulur ulur waktu bahkan melakukan pembiaran. Padahal korban sudah jelas ada, banyak orang tewas mulai dari mahasiswa (penembakan ),dan rentetan kasus, kekacuan di ibu kota, penjarahan oleh masyarakat sipil, dan ini merupakan tragedi yang tergolong besar.
- Kivlan Zein ( Kakostrad saat itu ), LSM dam berbagai pihak  mulai mengungkap sejarah. Versi A, Versi B , Versi C dan seterusnya namun yakin saja kebenaran akan terungkap. Semoga saja.... :D
- Tahun 98 dan 99 adalah tahun yang menegangkan, hingga hadir Gus Dur yang mampu  mengawal era peralihan. Indonesia lebih plural, gerakan separatis mampu dicegah, NKRI masih utuh. Perubahan ke arah yang lebih baik mulai terwujud.
- Namun belum selesai jabatan Gus Dur sudah dilengserkan, siapa yang bertanggung jawab atas pelengseran Gus Dur , mereka adalah Megawati dan Amin Rais ( kata Gus Dur di Acara Kick Andy)
- Tahun tahun setelah itu diwarnai berbagai kasus – kasus korupsi

Teori
Apakah kerusuhan mei sengaja dibuat oleh pihak luar ( IMF ) karena Soeharto sudah tidak dibutuhkan oleh mereka ? Sehingga kerusuhan tersebut adalah by design dan berakhir dengan jatuhnya rezim ?

Banyak sekali di negara luar terjadi hal semacam ini dan dilakukan oleh kebijakan geo politik Amerika, contoh Kudeta terhadap Hugo Chaves,  negara sengaja dibuat kacau melalui berbagai celah yang mampu menimbulkan konflik yang besar. Sebagaimana pernah terjadi pada Gus Dur, Beliau adalah orang yang menentang IMF, dan pada akhirnya beliau dilengserkan. Tapi Gus Dur memilih mundur daripada ada pertumpahan darah di negeri ini, perang saudara.

Jokowi atau Prabowo ?

Sebelum bertanya soal itu sebenarnya yang patut dipertanyakan adalah apa yang harus dilakukan bangsa ini. Untuk itu kita harus melakukan rekonsiliasi. Soal presiden ya pookoknya harus jeli dalam memilih. Memilih presiden bukan seperti memilih pakaian. Jangan lihat tampilannya saja, lihat orang dibalik mereka, rekam jejak mereka di masa lalu, peranan apa yang sudah diberikan pada bangsa Indonesia ini, kemampuan apa yang dia miliki, serta kepribadian mereka. Tapi jangan berdasarkan agama mereka , kalau itu menyangkut hubungan privasi kepada Tuhannya.

Lebih penting mana Bangsa Indonesia, atau Prabowo atau Jokowi ?,, mari kita jaga persatuan dan kesatuan. 




Eling lan Waspada .....!!!
Sementara raksasa- raksasa bisnis di luar sana ikut bermain, awas.... mereka punya orang di negeri kita tercinta. Mereka sudah mengeruk kekayaan bangsa ini, apakah ini yang namanya negeri yang berdaulat , adil dan makmur ? Kita ini adalah bangsa yang pernah mempunyai masa kejayaan dan mempunyai banyak pahlawan serta tokoh tokoh yang hebat.

Orang orang hebat seperti Soekarno, Gus Dur memang paham politik Global sehingga beliau tahu apa yang terbaik dan apa yang harus dilakukan bangsa ini. Meskipun demikian beliau mempunyai masa, sekarang kita sebagai pemain dan penerus perjuangan Bangsa ini, jangan lupakan jasa – jasa beliau. 
Sajatine kang mangkono, wus kakenan nugrahaning Hyang Widi,bali alaming ngasuwung,tan karem karamean,ingkang sipat wisesa winisesa wus, mulih mula mulanira,mulane wong anom sami.

Silahkan menilai dan meresapi betul sehingga di Pemilu Presiden di tahun 2014 ini teman – teman mempunyai andil besar dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Kalau ingin lebih tahu atau memahami lebih dalam, teman – teman bisa mencari informasi di berbagai media, sumber sejarah atau mempelajari koran – koran selama 1998 – 1999 sehingga akan lebih mengerti siapa dalang dalam kerusuhan Mei 1998. 

Mampukah kita mewujudkan peradaban Indonesia yang lebih baik ? atau kita hanya sebagai penonton, berkomentar menghina, mengolok olok orang yang lahir dan dibesarkan sebagai satu bangsa ? atau malah jadi aktor yang menyebabkan kisruh politik di bangsa ini ? Silahkan berkomentar yang sewajarnya, kalau ada tulisan yang kurang tepat saya mohon maaf, yang jelas ini adalah tulisan orang awam, bukan praktisi sejarah, politikus atau lainnya. Saya tidak berkampanye atau menganjurkan untuk memilih siapa presiden yang bakal memimpin Indonesia tercinta, silahkan bebas menilai.
Bogi Sebastian
Carapada Updated at: 03.10

{ 1 comments... read them below or add one }

Anonim mengatakan...

RAJIV: I can mention all the obvious names, but the truth is I learn from all cinematographers.
Although the idea to remake the movie was born at Disney, it found
it's way to producer Jerry Bruckheimer (Flashdance, Top
Gun, Days of Thunder, Armageddon, The Rock, Con Air).
The logo design Sydney is indeed praise-worthy as there is a lot
of creativity attached to it and is of major marketing significance.


My page production production designer art department

Posting Komentar

Carapada. Diberdayakan oleh Blogger.